IRONI
Aku mencium bau tanah saat hujan datang. Aromanya masuk ke hidung segera setelah angin membawanya menerobos ruang tamu, melewati ruang keluarga dan sampai ke ruanganku. Aku menyukai aromanya, aku suka ketika hujan datang membasahi malam yang panas ini. Malam-malam yang tak pernah ditemani selimut hangat. Sudah lama hujan tak mengunjungi kami. Mungkin dia lupa dimana alamat kami sehingg ia berkelana ke berbagai tempat yang bisa ia datangi. Aku merindukanmu hujan.......aku merindukanmu, sangat. Tapi aku tak bisa mengusir rasa benci yang terlanjur melumuti hatiku. Aku merindukan kedatanganmu, tapi aku benar-benar membencimu. Malam ini....aku berharap kau tak datang, juga untuk malam-malam berikutnya.