Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Untukmu Yang Aktif Sepuluh Menit Yang Lalu

Gambar
Beberapa hari ini aku menyibukkan diri dengan aktivitas stalking akun medsos kamu untuk melihat kapan kira-kira kamu online . Aktif 30 menit yang lalu Aktif 2 jam yang lalu Aktif 27 menit yang lalu Aktif 12 jam yang lalu Menemukan pemberitahuan seperti itu rasanya kaya udah beli jajan yang ada kupon hadiahnya tapi setelah digosok muncul tulisan “coba lagi”. Dan bagaimanapun juga aku tetap mencoba peruntungan untuk melihat kapan kamu aktif sambil memikirkan bagaimana dan kalimat apa yang harus kutanyakan padamu kalau nanti kamu udah online . Kalimat seperti “Hai apa kabar” mungkin terlihat paling biasa. Tapi bukankah itu yang selalu diucapkan ketika bertemu sahabat lama. Atau mungkin aku harus mengucapkan salam, ah tapi itu sama sekali bukan style ku. Sebenarnya aku bisa saja nge- chat kamu duluan tanpa menunggu kamu aktif, toh nanti kamu juga akan membacanya. Tapi..... aku sama sekali tak punya keberanian semacam itu. SEDANG AKTIF OMG........Akhinya setelah bebe...

Seseorang Yang Namanya Tak Boleh Tersebutkan

Aku selalu menyisipkan namanya dalam setiap doaku. Menyebut namanya begitu lirih agar tak seorangpun mendengarnya. Biarlah hanya angin yang tahu betapa besar rinduku pada Bapak. Karena tak ada tempat bagi Bapak dalam obrolan di setiap sudut rumah ini. #salamrindu Sore itu kulihat seorang lelaki separuh baya turun dari motor dan menuju rumah kami. Sekejap aku tertegun melihat sosok itu semakin mendekati rumah dan mencapai pintu. Kulihat dia berdiri sesaat sebelum tangannya berusaha menyentuh kenop pintu namun diurungkan lagi. Bapak datang, ucapku lirih. “ Nggak usah bukakan pintunya.” Mbak Lita yang datang dari arah dapur memperingatkanku dengan nada tinggi. “Untuk apa dia datang kemari.” Katanya lagi, sebuah pertanyaan retoris yang tak membutuhkan jawaban siapun. Aku hanya diam. “Assalamu’alaikum……..” Lelaki di luar pintu itu mengucap salam dan mengetuk pintu seperti seseorang yang hendak bertamu. Dan kami terlanjur menganggapnya sebagai orang-lain. “Ada tamu?” Tanya ma...