Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Surely, with hardship comes ease

Gambar
A sweet and sour taste of orange instant juice plus chocolate snack and a pile of books has accompany me to start a new day.  I have to be happy since I've finished my final project last January. Firstly I think that the examination would be so frightened, I even can't sleep properly few nights before the day. But once you present your reasearch your fear will blow away (if you have prepared well).  I remember that Allah promised us an ease afther a hardship in one of His surah فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا -  إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا "Then surely, with hardship comes ease. Surely, with hardship comes ease"  

Jakarta Ramai

Gambar
Semarang, 14 Februari 2016 Jakarta ramai - belakangan lagu ini sering banget aku dengerin. Bukan karena aku sedang berada dalam hiruk pikuk Jakarta yang super duper duper padat. Hanya saja lirik lagu ini membuatku kembali berpikir akan bagaimana aku menjalani kehidupanku selama ini. Kadang rutintas membuatku muak menjalani hidup ini. Hal yang serba itu-itu saja terus berulang selama 24 jam dalam tujuh hari, dari bangun hingga kembali memejamkan mata. Tapi bukankah bumi, planet tempat manusia hidup juga melakukan rutinitas yang sama setiap detiknya. Bumi ini terus berputar mengelilingi matahari sehingga kita bisa membedakan pagi dan malam. Mungkin jika bumi bosan akan kegiatannya dunia ini akan kiamat. Ah, kenapa pula masalah lagu ini jadi merambat sampai urusan tata surya segala! I really want to change something but don't know what to do Impian dan harapanku mungkin belum tercapai saat ini. Tapi kuharap impian dan harapan itu takkan musnah seiring berj...

Cita-Cita Masa Kecil

“Apa cita-citamu?” Aku benci dengan pertanyaan semacam itu. Kurasa pertanyaan itu hanya cocok ditujukan bagi anak kecil atau anak sekolah saja. Dan dengan mantap mereka akan menyebut sederet profesi yang mereka impikan suatu saat nanti: dokter, guru, insinyur, profesor, polisi, artis, menteri bahkan presiden. Tapi bagi orang dewasa sepertiku, cita-cita yang kuucapkan saat kecil terasa seperti duri yang kutemukan dalam ikan yang terhidang di meja makan. Mengingat cita-cita itu terasa menyakitkan karena ia tak tergapai. Untuk saat ini, aku ingin melakukan pekerjaan yang kusukai dan menyukai apa yang kukerjakan. Tak bisakah aku mewujudkan hal itu? Terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang melelahkan dan membosankan, aku tak ingin melakukannya. Lalu, apa cita-citamu? Apa impianmu?