Minyak Goreng Aroma Apel
Niat bikin jamur crispy malam itu menjadi kacau. Padahal sudah
berhari-hari bahkan berminggu minggu lalu anak-anak ngidam jamur crispy. Mumpung punya
kesempatan masak sendiri jadi pengen coba menu baru. Daripada beli di luar,
mahal kelee....... *efek kantong tipis akhir bulan*
Setelah mangambil pesanan jamur crspy dari pak
sayur yang super baik hati tapi sayurannnya agak sedikit mahal itu sang koki Laely dan Ana
mulai mengolah si jamur . Laely
yang sudah mendapat resep hasil interview mbah google pun mulai memberikan
instruksi. Satu dua
tiga.....rentangkan kedua tangan di pinggang...!
“Yang bener yem, emangnya kita mau senam
mingguan po ?”
“Biar waktu masak ga encok yem...”
“Ya itu si berlaku
buat kamu aja yem.” Balas Ana dengan logat ngapak Pemalangnya. Dan pembicaraan
dua koki ngapak itu pun semakin ramai dibarengi lantunan suara merdu Adera.
Oke, pertama cuci jamur sampai bersih. Dan ana
pun menjalankan istruksi pertama. Meletakkan jamur di baskom kecil lalu mencuci
sampai kotorannya bersih tak tersisa. Kemudian mereka memutilasi jamur itu dan
mencabik-cabik menjai suwiran kecil-kecil tak beraturan. Step pertama pun sukses dijalankan.
Step dua adalah pengolahan tepung. Tapi dasar
lagi apes, pak listrik pun ikut ambil bagiannya
dengan mematikan saluran listrik di sebagian area Semarang. Dan itu termasuk di
kosan kami. Jadilah memasak hanya dengan menggunakan lilin.
Dan setelah beberapa saat penuh perjuangan itu
sampailah pada step mengggoreng jamur. Lagu lebih indah milik adera sudah mati
beberpa saat lalu karena memang sudah hampir mahrib. Laely dengan santainya
menumpangkan wajan diatas kompor dan menuangkan minyak yang ada di botol aqua.
“cklek !” suara itu menjadi start kegiatan penting itu. Mereka tak
memeperhatikan beberapa orang yang berlalu lalang.
Suara minyak di kompor berpadu dengan suara
perut yang tak kalah kerasnya. Maklum anak kos...makan dua kali sehari dengan
alasan diet. Padahal sih ngirit plus males nyari makan.
“Kok kayak bau sesuatu yem ?” tanya Laely.
“Bau kalian belum mandi.” Selorohku sekeluar
dari kamar mandi dan buru-buru berlari sebelum mendengar ocehan mereka yang
semakin tak jelas.
Baru saja kukenakan mukena kudengar teriakan
nyaring dari arah dapur. Tapi sebenarnya teriakan itu lebih mirip koor kucing
yang terinjak buntutnya. Berisik dan tak jelas.
“Masa gorenga jamur pakai super pel....!!!!”
Sontak aku, Esti, Umi dan Ida yang akan sholat
mahrib berlari ke arah dapur. Anak-anak kos yang berjumlah sembilan belas minus
tiga sudah berkumpul dan tertawa terbahak-bahak.
“Bisa-bisane kok nggoreng pake super pel.”
Tanya mbak Evi masih dengan herannya. Wajahnya memerah karena kebanyakan
tertawa.
Dua koki ngapak itupun hanya manyun. Wajahnya
semakin tak jelas membayangkan bagaimana jamur crispy aroma apel itu akan
berakhir di tempat sampah.
Aku jadi teringat kejadian beberapa saat lalu ketika tak sengaja
mengepel dengan minyak goreng. Dan sekarang
malah kebalikannya.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar