masih #membiasakan PERASAAN


Selamt pagi Semarang
Selamat pagi hari Jumat
Selamat pagi.....

Tajam aroma kopi benar-benar sebuah kenikmatan tersendiri di pagi hari. Asap yang mengepul menandakan dengan jelas berapa tinggi suhunya. Aku suka kopi. Pahit-manis-dan kental.

Pagi ini tak ada rutinitas mencucui seabreg piring, gelas, sendok dan perkakas lainnya. Tak ada rutinitas membuka jendela yang akan disambut udara segar dan kicau burung liar. Tak ada rutinitas menyapu rumah. Tak ada rutinitas menyiapkan sarapan pagi. Tak ada rutinitas mencuci dua hari sekali dan tak ada rutinitas menjerang air tiga hari sekali. Setidaknya itulah sekian banyak rutinitas pagi hari dirumah. Diawali dengan segelas minuman hangat sebelum setiap hari dimulai.

Pagi ini hanya kujumpai segelas minumanhangat. Kopi. Tak ada rutinitas seabreg yang menungu. Tak ada suara cuci piring, cuci baju, menyapu dan menjerang air.  Itu semua ada di rumah. Ya, kita bukan lagi berada dirumah.

Selalu ada perasaan seperti ini setiap kali meninggalkan rumah. Rasa rindu masih terlalu tebal dan selalu saja terasa. Rasa rindu itu bahkan bisa hadir di setiap menit. Setiap menata gantungan baju, melihat batik yang biasa dipakai Bapak, dan setiap pagi yang lengang.

Selalu, perasaan itu muncul lagi dan lagi.

Semua orang juga pernah memiliki perasaan semacam itu, tapi tak semua orang menyikapinya denagan hal yang sama.

Lagi-lagi, aku harus membiasakan perasaan itu. Menahan setidaknya untuk enam bulan kedepan atau lebih.


Komentar