Hai...diriku yang dulu
Malam ini aku merindukan diriku yang dulu. Merindukan kesibukan yang dulu kukeluhkan.
Pekerjaan yang beruntun dari pagi hingga malam, dari Senin hingga Sabtu: sekolah, les, dan les sampai malam. Aku baru bisa benar-benar mengistirahatkan tubuhku dengan santai setelah jam 9 malam. Itupun jika aku tak memiliki tugas tambahan untuk menyiapkan bahan ajar esok hari.
Seringkali aku iri pada orang orang yang bisa memiliki banyak waktu luang, bisa istirahat dengan santai sambil bermain ponsel seharian.
Tapi kembali lagi, pekerjaan yang kulakukan saat itu adalah pilihanku. Aku memilih untuk menyibukkan diri dan tentu lelah adalah resiko lain yang harus dinikmati.
Allah memang Maha Tau
Allah tau aku menginginkan hal itu, dan sekarang aku bisa bersantai seharian sambil bermain ponsel
Kehidupanku kini berubah drastis. Tak ada lagi kesibukan mengajar dari Senin sampai Sabtu, tak perlu lagi menyiapkan bahan belajar, dan aku bisa bersantai kapanpun tanpa harus menunggu jam 9 malam.
Tapi beginilah hidup. Kita selalu menginginkan apa yang tak ada dalam genggaman.
Kita akan terus masa lalu, melihat orang lain hingga lupa bahwa apa yang kita genggam saat ini adalah sesuatu yang dulu kita inginkan
Untuk diriku yang sekarang, hiduplah dengan mensyukuri setiap keadaan, juga menikmati apa yang ada saat ini. Dengan begitu kau bisa hidup dengan bahagia.
Goodnite
Komentar
Posting Komentar