FF/B2ST/ That Eyes
Jang Hyunseung...
Mimpi apa aku semalam ? tiba-tiba saja namja ini bisa berada di sampingku.
Hujan turun sangat deras, bahkan tak menujukan sedikitpun tanda akan reda. Akumasih terjebak di halte ini karena bus yang tak kunjung datang. Dan keadaan di sini menjadi sangat sepi. Hanya tinggal aku dan namja ini. Jang Hyunseung.
Tapi kehadirannya sama sekali tidak merubah suasana. Hening, karena tak ada satupun dari kami yang berbicara. Semua sibuk dengan isi kepalanya sendiri. Hanya rintik hujan dan angin yang berpadu menciptakan harmoni kesunyian.
Aku menggigit bibir bawahku dan menyilangkan kedua tanagn di dada untuk mengurangi rasa dingin.
"oh...." aku menoleh ke belakang ketika merasakan sebuah jaket menutupi bahuku. Namja itu tersenyum padaku, dia sudah tak lagi mengenakan jaketnya.
"kuharap itu cukup untuk menghangatkan tubuhmu sementara ini. Cuaca sanagt dingin dan kau sampai menggigil karenanya." alnjutnya sambil tersenyum. Dia menggosokkan kedua tangannya berlawanan arah untuk menciptakan panas alami.
aku tau dia juga kedinginan sama sepertiku. Apalagi saat ini dia hanya mengenakan kemeja putih dan dasi yang sudah di longgarkan. Rambut coklatnya basah karena kehujanan.
Aku terkesima, baru kali ini aku mendengar suara namja ini. Dan matanya, matanya adalah mata terindah yang pernah kulihat selama ini. Sangat mempesona.
"ya....neo gwenchanayo ???" dia mengembalikan kesadaranku. Malu sekali rasanya, pasti wajahku sudah semerah kepiting rebus saat ini. Aku berusaha menghindari tatapannya.
"a..a..aniyo. Sepertinya kau juga membutuhkannya." aku mencoba melepas jaket hitamnya dari bahuku.
"ani. pakailah sebentar." Dia berusaha menahan tanganku. Sedetik, mata kami kembali bertemu. Dan sialnya, aku kembali terbius oleh keindahan matanya. "Ah...busnya sudah datang. Kajja..." Dia mendahuluiku masuk ke mobil.
"yaaaa.....!!!!" Aku tersadar dan segera mengikutinya ke dalam bus.
~~~~~~~
Aku tersenyum sambil memandangi jaket hitam yang kupakai kemarin. Aku sudah mencucinya, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikan padanya.
Apa aku harus menemuinya di sekolah dan mengembalikan langsung padanya ? Tapi aku malu. Hyunseung adalah sunbaenimku di sekolah, dan dia termasuk sekelompok orang yang terkenal di sekolah. Bersama Junhyung, Doojoon, Yoseob, Kikwang dan Dongwoon.
Tak satupun siswa di sekolahku yang tidak mengenal mereka ber-enam. Karena mereka adalah kelompok dance yang sangat terkenal.
Aa....mungkin aku bisa menemuinya di perpustakaan. Karena dari ke-enam orang itu, hanya dia yang sering kulihat di perpustakaan.
~~~~~~~~
@ library
Aku berusaha mencari sosok namja itu di balik rak-rak buku yang tinggi. Beberapa orang sibuk memilih buku yang tersusun rapi berdasarkan kategorinya. Aku sudah membungkus rapi jaketnya dan memasukan ke dalam tas.
Dan tak butuh waktu lama untuk mencarinya, karena aku sudah sering melihatnya di jajaran buku sains, atau tertidur di meja sambil memeluk buku.
Aku berusaha mndekat, tapi langkah kakiku mendadak berhenti. Kulihat namja itu sedang berbicara akrab dengan seorang yeoja. Dia bahkan menyentuh bahu yeoja itu dan memegang tangannya. Dia tertawa bahagia. Aku hampir saja berbalik meninggalkan tempat ini jika yeoja itu tidak memanggil namaku.
"Yookyung....!!!!" Namjoo melambaikan tangannya padaku. Dan namja itu meoleh padaku. Tapi tidak tersenyum seperti kemarin, wajahnya datar. kemudian dia berbicara sebentar pada Namjoo sebelum meninggalkannya.
"ya...apa ini ?" Namjoo menunjuk tas kecil yang kubawa.
"bukan apa-apa." jawabku asal.
"apa kau mengenal Hyunseung sunbae ? sepertinya kalian sangat akrab."
"oh...aku sudah lama kenal dengannya. Dia itu sangat baik."
"oh....." aku tersenyum kecut. Sepertinya memang ada hubungan sepesial antara mereka berdua. Aku kembali memandangi jaket yang kutenteng di tas kecilku. Bagaimana aku bisa mengembalikan jaketnya. Namjoo masih berbicara tanpa henti tapi aku sama sekali tak fokus untuk mendengan ceritanya kali ini.
"apa kau tidak mengenalnya ?"
"ah...???"
"Hyunseung sunbae, apa kau tidak mengenalnya ?" ulang Namjoo sekali lagi.
"ani...mana mungkin aku kenal Hyunseung sunbaenim, dia itu senior yang sanagt terkenal di sekolah ini dan aku hanya murid biasa yang memang biasa-biasa aja."
Namjoo tersenyum senang.
~~~~~~~~~
Hari ini aku pergi ke rumah Namjoo. Dia memintaku untuk menemaninya karena orang tuanga akan pergi. Tak lupa aku memasukkan jaket hitam milik Hyunseung sunbae sebelum berangkat. Siapa tau aku bertemu dengannya dan bisa langsung mengemblaikan aketnya.
Kulihat sebuah porsche merah bertengger manis di halaman rumah Namjoo. Aku segera berlalu dan memencet bel rumahnya.
"ah...Yookyung. Masuk " Namjoo menyembul dari balik pintu. Senyumnya yang khas selalu menghias wajah cantiknya. Meskipun dia terkesan tomboy, dia tetap bisa menunjukkan sisi girlynya kapanpun. Nanmjoo memang selalu nomor satu dalam hal fesyen.
Aku mengikuti langkahnya dan duduk di ruang tamunya. Rumahnya sangat besar dan mewah. Tapi ia hanya tinggal dengan pengasuhnya. Sementara orangtuanya sibuk bekerja di luar rumah. Karena itu Namjoo sering merasa kesepian.
"Anggap saja rumah sendiri." Namjoo datang sambil membawa dua gelas jus jeruk.
"Namjooo.....!!!! Aku harus pulang sekarang."
Aku langsung meoleh ke asal suaranya. Aku tak asing dengan suara ini. Dan benar saja, kulihat Hyunseung sunbae yang barusaja muncul dari dalam. Tak bisa kusembunyikan keterkejutan di mataku.
Diapun sma terkejutnya denganku. Ternyata benar dugaanku, Namjoo dan Hyunseung sunbae punya hubungan spesial. Untung saja aku tidak terlalu berharap padanya.
"kau mau pulang oppa." Namjoo berdiri dan menghampiri Hyunseung sunbae.
"ne.. bukankah kau sudah ada temannya. Jadi aku tak perlu lagi menemanimu." Hyunseung sunbae bersiap pergi tapi Namjoo menahannya.
"Yookyung, kemari sebentar."
aku pun menurut saja dan menghampiri mereka berdua. Hatiku terasa sanagt sakit.
"kenalkan ini Hyunseung oppa. Dia sepupuku."
"ah...???" aku terheran-heran karena dugaanku selama ini salah.
"Hyunseung, Jang Hyunseung."
"Hong Yookyung." Aku masih sedikit kaku.
"nah...kalau begini kan enak. Tidak ada salah paham algi kan ?" Namjoo mengedipkan mata kirnya padaku. "kau tau, oppa ku ini sangat pemalu. Dia memintaku untuk mengenalkannya padamu."
"Namjoo......!!!!!"
"dari kemarin, dia selalu menanyakan nama dan semua hal tentangmu." wajahku bersemu merah, malu.
"bisakah aku diam?" kata Hyunseung sunbae.
"baiklah......aku akan keluar sebentar." Namjoo langsung melesat entah kemana. Meninggalkan kami berdua yang masih canggung satu sama lain.
"ah..aku ingin mengembalikan jaketmu." tiba-tiba aku teringat jaket yang kusimpan di tas dan mengembalikan pada Hyunseung sunbae.
"gomawo..."
tak ada jawaban dari Hyunseung sunbae.
"Yookyung...." Dia memnggil namaku, memaksaku untuk sedikit mendongak dan melihat wajahnya. Mata itu lagi, aku selalu terpesona di buatnya.
Matanya terlalu indah bahkan bisa ku katakan sempurna. Aku pasti telah terhipnotis olehnya.
"maukah kau pulang bersamaku lagi ???"
Aku menunduk, mencoba menghindari tatpan matanya. Menyembunyikan wajahku yang mulai terlihat seperti udang redus.
Siapa yang akan meolak ajakanmu ?
Mimpi apa aku semalam ? tiba-tiba saja namja ini bisa berada di sampingku.
Hujan turun sangat deras, bahkan tak menujukan sedikitpun tanda akan reda. Akumasih terjebak di halte ini karena bus yang tak kunjung datang. Dan keadaan di sini menjadi sangat sepi. Hanya tinggal aku dan namja ini. Jang Hyunseung.
Tapi kehadirannya sama sekali tidak merubah suasana. Hening, karena tak ada satupun dari kami yang berbicara. Semua sibuk dengan isi kepalanya sendiri. Hanya rintik hujan dan angin yang berpadu menciptakan harmoni kesunyian.
Aku menggigit bibir bawahku dan menyilangkan kedua tanagn di dada untuk mengurangi rasa dingin.
"oh...." aku menoleh ke belakang ketika merasakan sebuah jaket menutupi bahuku. Namja itu tersenyum padaku, dia sudah tak lagi mengenakan jaketnya.
"kuharap itu cukup untuk menghangatkan tubuhmu sementara ini. Cuaca sanagt dingin dan kau sampai menggigil karenanya." alnjutnya sambil tersenyum. Dia menggosokkan kedua tangannya berlawanan arah untuk menciptakan panas alami.
aku tau dia juga kedinginan sama sepertiku. Apalagi saat ini dia hanya mengenakan kemeja putih dan dasi yang sudah di longgarkan. Rambut coklatnya basah karena kehujanan.
Aku terkesima, baru kali ini aku mendengar suara namja ini. Dan matanya, matanya adalah mata terindah yang pernah kulihat selama ini. Sangat mempesona.
"ya....neo gwenchanayo ???" dia mengembalikan kesadaranku. Malu sekali rasanya, pasti wajahku sudah semerah kepiting rebus saat ini. Aku berusaha menghindari tatapannya.
"a..a..aniyo. Sepertinya kau juga membutuhkannya." aku mencoba melepas jaket hitamnya dari bahuku.
"ani. pakailah sebentar." Dia berusaha menahan tanganku. Sedetik, mata kami kembali bertemu. Dan sialnya, aku kembali terbius oleh keindahan matanya. "Ah...busnya sudah datang. Kajja..." Dia mendahuluiku masuk ke mobil.
"yaaaa.....!!!!" Aku tersadar dan segera mengikutinya ke dalam bus.
~~~~~~~
Aku tersenyum sambil memandangi jaket hitam yang kupakai kemarin. Aku sudah mencucinya, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikan padanya.
Apa aku harus menemuinya di sekolah dan mengembalikan langsung padanya ? Tapi aku malu. Hyunseung adalah sunbaenimku di sekolah, dan dia termasuk sekelompok orang yang terkenal di sekolah. Bersama Junhyung, Doojoon, Yoseob, Kikwang dan Dongwoon.
Tak satupun siswa di sekolahku yang tidak mengenal mereka ber-enam. Karena mereka adalah kelompok dance yang sangat terkenal.
Aa....mungkin aku bisa menemuinya di perpustakaan. Karena dari ke-enam orang itu, hanya dia yang sering kulihat di perpustakaan.
~~~~~~~~
@ library
Aku berusaha mencari sosok namja itu di balik rak-rak buku yang tinggi. Beberapa orang sibuk memilih buku yang tersusun rapi berdasarkan kategorinya. Aku sudah membungkus rapi jaketnya dan memasukan ke dalam tas.
Dan tak butuh waktu lama untuk mencarinya, karena aku sudah sering melihatnya di jajaran buku sains, atau tertidur di meja sambil memeluk buku.
Aku berusaha mndekat, tapi langkah kakiku mendadak berhenti. Kulihat namja itu sedang berbicara akrab dengan seorang yeoja. Dia bahkan menyentuh bahu yeoja itu dan memegang tangannya. Dia tertawa bahagia. Aku hampir saja berbalik meninggalkan tempat ini jika yeoja itu tidak memanggil namaku.
"Yookyung....!!!!" Namjoo melambaikan tangannya padaku. Dan namja itu meoleh padaku. Tapi tidak tersenyum seperti kemarin, wajahnya datar. kemudian dia berbicara sebentar pada Namjoo sebelum meninggalkannya.
"ya...apa ini ?" Namjoo menunjuk tas kecil yang kubawa.
"bukan apa-apa." jawabku asal.
"apa kau mengenal Hyunseung sunbae ? sepertinya kalian sangat akrab."
"oh...aku sudah lama kenal dengannya. Dia itu sangat baik."
"oh....." aku tersenyum kecut. Sepertinya memang ada hubungan sepesial antara mereka berdua. Aku kembali memandangi jaket yang kutenteng di tas kecilku. Bagaimana aku bisa mengembalikan jaketnya. Namjoo masih berbicara tanpa henti tapi aku sama sekali tak fokus untuk mendengan ceritanya kali ini.
"apa kau tidak mengenalnya ?"
"ah...???"
"Hyunseung sunbae, apa kau tidak mengenalnya ?" ulang Namjoo sekali lagi.
"ani...mana mungkin aku kenal Hyunseung sunbaenim, dia itu senior yang sanagt terkenal di sekolah ini dan aku hanya murid biasa yang memang biasa-biasa aja."
Namjoo tersenyum senang.
~~~~~~~~~
Hari ini aku pergi ke rumah Namjoo. Dia memintaku untuk menemaninya karena orang tuanga akan pergi. Tak lupa aku memasukkan jaket hitam milik Hyunseung sunbae sebelum berangkat. Siapa tau aku bertemu dengannya dan bisa langsung mengemblaikan aketnya.
Kulihat sebuah porsche merah bertengger manis di halaman rumah Namjoo. Aku segera berlalu dan memencet bel rumahnya.
"ah...Yookyung. Masuk " Namjoo menyembul dari balik pintu. Senyumnya yang khas selalu menghias wajah cantiknya. Meskipun dia terkesan tomboy, dia tetap bisa menunjukkan sisi girlynya kapanpun. Nanmjoo memang selalu nomor satu dalam hal fesyen.
Aku mengikuti langkahnya dan duduk di ruang tamunya. Rumahnya sangat besar dan mewah. Tapi ia hanya tinggal dengan pengasuhnya. Sementara orangtuanya sibuk bekerja di luar rumah. Karena itu Namjoo sering merasa kesepian.
"Anggap saja rumah sendiri." Namjoo datang sambil membawa dua gelas jus jeruk.
"Namjooo.....!!!! Aku harus pulang sekarang."
Aku langsung meoleh ke asal suaranya. Aku tak asing dengan suara ini. Dan benar saja, kulihat Hyunseung sunbae yang barusaja muncul dari dalam. Tak bisa kusembunyikan keterkejutan di mataku.
Diapun sma terkejutnya denganku. Ternyata benar dugaanku, Namjoo dan Hyunseung sunbae punya hubungan spesial. Untung saja aku tidak terlalu berharap padanya.
"kau mau pulang oppa." Namjoo berdiri dan menghampiri Hyunseung sunbae.
"ne.. bukankah kau sudah ada temannya. Jadi aku tak perlu lagi menemanimu." Hyunseung sunbae bersiap pergi tapi Namjoo menahannya.
"Yookyung, kemari sebentar."
aku pun menurut saja dan menghampiri mereka berdua. Hatiku terasa sanagt sakit.
"kenalkan ini Hyunseung oppa. Dia sepupuku."
"ah...???" aku terheran-heran karena dugaanku selama ini salah.
"Hyunseung, Jang Hyunseung."
"Hong Yookyung." Aku masih sedikit kaku.
"nah...kalau begini kan enak. Tidak ada salah paham algi kan ?" Namjoo mengedipkan mata kirnya padaku. "kau tau, oppa ku ini sangat pemalu. Dia memintaku untuk mengenalkannya padamu."
"Namjoo......!!!!!"
"dari kemarin, dia selalu menanyakan nama dan semua hal tentangmu." wajahku bersemu merah, malu.
"bisakah aku diam?" kata Hyunseung sunbae.
"baiklah......aku akan keluar sebentar." Namjoo langsung melesat entah kemana. Meninggalkan kami berdua yang masih canggung satu sama lain.
"ah..aku ingin mengembalikan jaketmu." tiba-tiba aku teringat jaket yang kusimpan di tas dan mengembalikan pada Hyunseung sunbae.
"gomawo..."
tak ada jawaban dari Hyunseung sunbae.
"Yookyung...." Dia memnggil namaku, memaksaku untuk sedikit mendongak dan melihat wajahnya. Mata itu lagi, aku selalu terpesona di buatnya.
Matanya terlalu indah bahkan bisa ku katakan sempurna. Aku pasti telah terhipnotis olehnya.
"maukah kau pulang bersamaku lagi ???"
Aku menunduk, mencoba menghindari tatpan matanya. Menyembunyikan wajahku yang mulai terlihat seperti udang redus.
Siapa yang akan meolak ajakanmu ?
Komentar
Posting Komentar