FF/B2ST/ Fate

FATE


let's break up
don't say anything to me today
i can't even accept a joke from you
don't ask me if I love you or not
you might not believe me, but I want to break up

“Kau bercanda kan oppa ?” Suzy menyandarkan kepalanya di bahuku. Tanpa memperdulikan pernyataanku tadi, dia memulai bercerita. “Kau tau oppa... aku merasa sangat bahagia saat ini.  Bersandar di bahumu membuatku merasa sangat nyaman. Tak perduli apapun masalah yang kuhadapi saat ini, kau selalu bisa membuatku merasa lebih baik.”
Kemudian kami terhanyut dalam kesunyian. Tenggelam di antara gemericik suara air yang berkilauan ditempa cahaya lampu taman. Bulan yang berbentuk setengah lingkaran memancarkan cahayanya, bersaing denagn terangnya lampu-lampu kota.
“Sudah cukup.” Ucapku sambil melepas kepala Suzy dan bangkit berdiri. Ia terkejut sambil  memandangku heran. “Sudah,,,kita akhiri sampai disini saja.” Kuperjelas kata-kataku tadi.
Suzy memandangku dengan tatapan tak percaya. “Aniyo oppa......lihat aku” dia beranjak dari kursi dan menyentuh pipiku dengan kedua tangannya. Namun buru-buru kutepis dan mundur untuk memberi jarak.
“Kau harus melupakanku Suzy, tak ada lagi hubungan di antara kita.”
“Bagaimana kau bisa mengatakan itu padaku oppa ?”
“Lupakan aku....anggap saja kau tidak pernah bertemu denganku. Tidak sulit kan ?”

 “Waeyo....? waeyo oppa ? Kenapa kau tiba-tiba saja mengatakan ini padaku ? Kau pikir bisa semudah itu melupakan orang yang pernah hadir di kehidupan kita. Kau pikir  dengan aku pura-pura menganggap ini tak pernah terjadi semua  akan baik-baik saja ? Apa kau tak sadar betapa egoisnya dirimu itu ?” mata Suzy memerah dan mulai berkaca-kaca.
“Seperti yang kukatakan tadi, kembalilah ke saat dimana kita tidak saling mengenal, cari orang lain yang lebih baik dariku. Lupakan aku dan hiduplah dengan bahagia. Sesulit apapun itu kau pasti bisa melupakanku. Dan ingat satu hal, jangan pernah menyapaku lagi dimanapun kita bertemu.” aku sengaja meninggikan nada suaraku dan langsung  berlalu dari hadapannya.
Kudengar suara langkah kaki dan kurasakan seseorang menahan lenganku. Memaksaku berbalik ke belakang.
“Jadi itu semua yang ingin kau katakan oppa ? Kau ingin kita putus dan menganggap seolah ini semua tak pernah terjadi. Dan aku harus menghilang dari kehidupanmu. Bagaimana bisa kau  mengatakan semua itu ? Kau tau oppa... kau sangat kejam. Kau adalah orang paling kejam yang pernah aku temui selama hidupku.” Suzy masih menahan salah satu tanagnku.
“Bagus kalau kau tau itu. Jadi mulai sekarang lupakan aku dan jangan pernah muncul dalam kehidupanku lagi. Jika kita bertemu di sekolah, anggap saja kita tak saling kenal.” Kukibaskan genggaman tangannya dan pergi secepat mungkin menuju sebuah mobil hitam yang terparkir di pinggir taman.  
~~~~~~~~

Seharian ini aku hanya menghabiskan waktu di kamar. Mungkin aku terlihat seperti pengecut di matanya, tapi aku benar-benar tak ingin melihanya untuk sementara waktu. Kumiringkan badanku ke kiri dan kanan.
“Waeyo....? waeyo oppa ? Kenapa kau tiba-tiba saja mengatakan ini padaku ? Kau pikir bisa semudah itu melupakan orang yang pernah ada di kehidupan kita. Kau pikir dengan aku pura-pura menganggap ini tak pernah terjadi semua ini akan baik-baik saja ? Apa kau tak sadar betapa egoisnya dirimu itu ?”
Kututup mataku perlahan, berusaha untuk melupakan kata-kata Suzy kemarin, tapi semakin kucoba untuk melupakannya, perasaan bersalah itu semakin membesar. Akhirnya aku bangun dan duduk di tepi ranjang. Mengacak acak rambutku yang memang sudah tak jelas bentuknya dari tadi.
“Seobie ya... makan malam sudah siap.” Kudengar suara eomma berteriak dari luar kamar. Mau tidak mau aku harus menuruti juga, meski aku tak ada selera makan sama sekali.
“Kenapa kau belakangan ini sering murung Seobie ? apa kau sakit lagi ?” Eomma bertanya sambil meletakkan orang juice yang tinggal setengah isinya.
“ani..ani yo eomma. Aku hanya sedang kelelahan saja.” Kuambil seiris daging panggang yang tersedia di meja. Aroma khas lada hitam langsung menusuk hidungku. Tapi ini yang paling kusuka, daging panggang dengan bumbu lada hitam. Neomu mashitaa. Eomma memang paling jago dalam hal memasak, meski eomma sibuk dengan restorannya eomma selalu bisa membagi waktu untuk kami sekeluarga.
“oke baguslah kalau begitu, jangan terlalu lelah ya. Kau harus banyak beristirahat.”
“sepertinya kemarin malam aku melihatmu dengan Suzy di taman, apa kalian bertengkar ?” kali ini hyunseung hyung ikut bergabung dalam pembicaraan kami. Dia masih sibuk mengunyah sepotong apel merah sebagai cuci mulut malam ini tanpa melihat kearahku. Appa sedang lembur di kantor , karena itu kami hanya makan malam bertiga saja.
“bukan urusanmu.”
“ya sudah...dasar pemarah.” Hyunseung hyung pergi dengan meninggalkan piring dan mangkok kotor di meja. Aku hampir saja melemparnya denagn sendok jika eomma tidak mendelikkan matanya ke arahku.
~~~~~~~

Aku melangkahkan kakiku menuju gerbang sekolah setelah melambaikan tanganku pada Hyunseung hyung yang langsung melesat dengan mobil hitamnya. Ini adalah hari pertama aku masuk sekolah setelah pertemuanku dengan Suzy empat hari yang lalu. Aku sengaja meminta Hyunseung hyung untuk mengantarku kali ini  karena aku sedang tidak ingin membawa motor sendiri. Untungnya Hyung sedang dalam keadaan yang senang, kalu tidak dia pasti akan membiarkanku berangkat sendirian.
Sekolah sudah mulai ramai, kulihat seorang namja yang melambaikan tangannya padaku. Aku langsung mengampiri namja bernama min woo itu.
“kemana saja kau mengilang beberapa hari ini ?” min woo mencopot headphon yang menutupi telinganya. “aku mencari ke rumahmu tapi sepi.” Lanjutnya lagi.
“tentu saja liburan, apa lagi ?” jawabku asal sambil berjalan mendahuluinya. Sebentar lagi masuk kelas dan aku tidak ingin terlambat kali ini. Sekilas kulihat sosok yeoja yang baru kusakiti kemarin. Dia tampak tergesa-gesa menuju ke tangga sebelah barat. Dia terus berlari sampai menghilang dari pandanganku. Aku tersenyum getir meliahat yeoja itu.
“sudah puas, ayo cepat.” Kususul min woo yang berjalan di depanku sambil bernyanyi pelan. Headphone besar itu sudah kembali di kepalanya.
“kau... apa yang kau lakukan di sini ?” min woo masih tak berhenti menyantap makanannya.
“diamlah.”
“apa kau ada masalah dengan Suzy.” Dia menghentikan makannya dan menatapku serius. Kemudian melongok Suzy yang duduk tak jauh dari tempat kami. Aku menjwab dengan senyuman seadanya, kemudian menyantap makanan yang baru kupesan.
“yaa....!!! kenapa denganmu ?”
“hhh....” aku masih tak memperduliakannya. Aku tau dia pasti akan menanyakan hubunganku dengan Suzy saat ini, dan aku sedang tak inigin membahas masalah itu. Bisa-bisa selera makanku hilang. Tapi memang sebenarnya aku sangat tidak berniat makan saat ini. Kualihkan pandanganku sejenak pada objek yang di lihat Min woo tadi, kemudian meneguk sebotol air mineral. Sekali lagi kuperhatikan Suzy yang sedang menikmati makan siangnya sendirian. Dia terlihat sedih, aku ingin sekali menghampirinya tapi tidak bisa untuk saat ini. Dia harus bisa melupakanku. Kemudain aku meninggalkan min woo dengnn tanda tanya yang berputar di sekeliling kepalanya.
~~~~~~~~~

Aku langsung merebahkan diri di ranjang begitu sampai di kamar. Tanpa melepas sepatu maupun jas yang kukenakan saat itu. Kupejamkan mataku untuk beberapa saat. Senangnya hari ini bisa meliaht Suzy lagi. Tapi yang kudengar ia menjadi lebih pendiam saat ini.
“kau putus dengan Suzy ?” min woo langsung menembakkan pertanyaan itu begitu kami sampai di kelas. Dia berdiri di depanku, membelakangi papan tulis.
Aku hanya menghela nafas untuk menjawab pertanyaannya. Aku yakin dia mengerti jawabannya tanpa aku perlu bicara.
“sudah kuduga.” Kini min woo sudah duduk di sebelahku. “Kau tau, sudah beberapa hari ini Suzy menjadi lain, kulihat ia lebih banyak diam dan menyendiri. Aku pikir  itu hanya karena kau yang tidak berangkat beberapa hari ini. Karena setiap kali kutanyakan keadaanmu pada Suzy, dia hanya tersenyum, menjawab “tidak tahu” kemudian meninggalkanku dengan wajah sedih. Dan ternayta setelah kau masuk pun kalian tidak bersama lagi.”
“aku harap dia segera melupakanku.” Min woo mengerutkan keningnya demi menterjemahkan kalimat barusan.
“kau baru saja menyakiti orang yang kau sayangi, dan sekaligus menyakiti dirimu sendiri.”
Begitulah yang kudengr dari min woo saat di kelas tadi. Kulepaskan kancing  jasku dengan masih menutup mata.
“minum ini.”
Kubuka mataku dan kulihat Hyunseung hyung meletakan sebotol obat dengan segelas air putih di meja belajarku. Kemudain bergegas keluar tanpa menutup pintu kamar.
“Aku bosan.” Kualihkan pandanganku ke arah jendela yang masih terbuka lebar. Menampilkan pemandangan sore hari yang dibalut gerimis.  Hyunseung hyung kembali dan duduk di salah satu sisi ranjangku. Mengambil dua butir obat dari botol dan menyerahkan padaku.
“minulah sedikit.  Setelah itu temani aku ke Chatarsis.” Dia memandangku sendu. Kulihat kesedihan di matanya. Dia segera beranjak begitu memastikan aku meminum obat yang di berikannya tadi.
“Bolahkah aku menyerah hyung ?”
Hyunseung hyung menatapku sekilas dari pintu, kemudain beralalu tanpa sepatah kata. Aku tau dia pasti marah mendengar ucapanku barusan, kusadari kebodohanku saat itu juga. Kemudian aku melengkah ke kamr mandi yang ada di kamarku dan mandi secepat kilat.
Hyunseung bekerja paruh waktu sebagai penyanyi di chatarsis cafe, suaranya sangat indah dan unik. Di tambah lagi dengan wajah yang manis, membuat banyak yeoja betah duduk berlama-lama memandang hyungku tampil di atas panggung. Aku sangat kagum padanya.
~~~~~~~

Malam ini chatarsis sangat ramai, aku memilih duduk di pojok sambil meminum softdrink, aku harus menjauhi soju untuk beberapa saat. Hyunseung hyung langsung nik ke panggung di iringi tepuk tangan dan teriakan penonton. Kali ini dia hanya memainkan lagu slow diiringi  gitar  akustiknya. Lagu berjudul sorry I can’t laugh for you milik 2AM mengalir lewat suara indahnya. Membius setiap orang yang mendengarnya untuk larut dalam lirik yang di nyanyikannya. Penonton bebar-benar menikmati suasana ini.

oh~ I, who held you through hard times, who comforted you in pain
yes, that same person is trying to forget you.

i'm sorry i can't smile for you
i'm sorry but let's break up
i'm sorry i can't smile for you
i'm sorry but let's break up

let's break up let's break up let's break up

when i sent you away I too (I too)
was having a hard time (a hard time)
now i'm trying to live alone (alone) without you

don't ask me how I'm doing
you might not believe me, but i'm doing great

Entah apa yang membuat hyungku menyanyikan lagu ini, liriknya benar-benar mewakili keadaanku dengan Suzy saat ini. Akupun kembali terpekur memandangi lantai hitam yang kujadikan pijakan.
“mianhae...jeongmal mianhae....”  Aku merasa seperti mendengar suara yang sangat familiar di telingaku. Kulihat seorang yeoja sedang membersihkan jas seorang namja sambil membungkuk dan meminta maaf beberapa kali. Sepertinya yeoja itu  tak sengaja menumpahkan minuman yang ada di tangannya.
Suzy, aku yakin pasti dia. Aku tak pernah salah lihat.
Kulihat dia berjalan gontai setelah namja itu pergi. Wajahnya kacau, aku tak bisa membiarkannya seperti ini. Dan tiba-tiba mata kami saling bertemu, dia menatap tajam ke  arahku. Tapi dia langsung menghindar dan pergi begitu saja.
“mau apa kau ?” tanya Suzy dingin. Dia berusaha melepas tanganku begitu aku mendapatkannya. Tapi kutahan lengannya dan membawanya ke taman di dekat chatarsis.
“mianhae Suzy ah.” Kutarik dia kedalam pelukanku saat itu juga. Dia berusaha melepskan diri dari dekapanku, tapi aku mendekapnya semakin kuat sampai akhirnya ia terdiam. Dan beberapa detik kemudian kudengar suara lirih tangisnya.
“menangislah sepuasmu saat ini, selama aku ada di sampingmu. Jangan  pernah menangis jika aku tak ada. Kau pasti bisa bertahan tanpaku Suzy.” Kukecup ujung kepalanya kemudian menghapus sisa air mata di pipinya.
“kumohon jangan menangis lagi.” Suzy mengangguk dan membalas pelukanku.
~~~~~~~~~
Eomma membuka tirai yang menutupi jendelaku, membiarkan sedikit sinar matahari masuk dan membuatku mengerjapkan mata karena silau. Aku berniat bangun tapi tiba-tiba kurasakn nyeri yang sangat menyakitkan di kepalaku. Akhirnya kurebahkan lagi tubuhku sekedar untuk mengurangi rasa sakit di kepala.
“Gwenchanayo Seobie ?” eomma berjalan ke arahku dengan wajah khawatirnya.
“Gwenchanayo eomma, jangan khawatir padaku.” Kupejamkan mataku ketika kurasakan tangan eomma memijit pelan kepalaku. Sedikit mengurangi rasa sakitku ini. “Jangan pergi ke sekolah dulu, kau harus banyak istirahat.  eomma tidak akan berangkat kerja untuk menjagamu di sini.” Eomma masih memijit kepalaku.
“Ada apa seobie ?” appa masuk ke kamarku di susul Hyunseung hyung di belakangnya.
“Gwenchanayo appa, hanya sedikit pusing saja. Eomma pergilah bekerja.” Kuraih tangan eomma dari keningku dan menciumya.
“Aniyo...eomma akan menemanimu hari ini.” Eomma tersenyum, membuatku rasa sakitku sedikit terobati.
“istirahalah dulu beberapa hari ini di rumah. Appa berangkat dulu yah.”
“eomma akan membawakanmu sarapan.”
Mereka semua pergi dengan wajah sedih. Kupegangi kepalaku yang masih terasa sakit. Entah sampai kapan aku bisa terus bertahan dengan semua keadaan ini.  
==flashback==
“bagaimana keadaan Yoseob dok ?” eomma memandang cemas ke arah dokter Jung. Aku masih bisa mendengar sedikit pembicaraan mereka dari balik pintu. “apa keadaannya semakin memburuk ?” lanjut eomma lagi.
“saya akan memberitahu anda kapan dia harus melakukan tranfusi darah lagi. Selama beberapa hari ini jangan biarkan dia kelelahan. Ia pasti sering merasa pusing dan cepat lelah. Ini gejala yang biasanya dialami penderita thalasemia. Saya permisi.”
==end flashback===
Tinggal menunggu hari saja. Ya hanya tinggal menunggu hari dimana aku harus meninggalkan mereka semua. Orang yang kusayangi, eomma, appa, hyunseung hyung, dan tentunya Suzy. Mereka harus bisa hidup tanpaku.
~~~~~~~
Sepertinya penyakitku semakin bertambah parah. Setiap dua minggu sekali aku harus mendapat tranfusi darah di rumah sakit. Menyebalkan sekali karena aku harus berkali-kali memandangi alat-alat aneh yang selalu melekat di tubuhku. Pun bau obat, aku sudah muak menciumnya.
“malam ini aku ikut ke chatarsis ya hyung.” Kataku sambil membetulkan tali sepatu yang terlepas.
“kau istirahat saja di rumah.”
“ah..shireo !! aku bosan melihat alat-alat aneh ini. Aku ingin refreshing. Kalian juga selalu mengurungku di rumah, hanya membiarkanku pergi ke sekolah.” Hyunseung hyung tidak mendengarkanku dan terus berjalan ke tempat parkir.
“baiklah, tapi ajak temanmu itu. Min woo. Oia.. apa kau sengaja menjauhi Suzy karena hal ini ?” katanya sambil membuka pintu mobil. Aku segera mengikutinya dan duduk di sebelah kemudi.
“kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini hyung ?”
“sepertinya sekarang aku jarang melihat kalian jalan berdua.  Apa kau sengaja menjauhinya ?” katanya sekali lagi.
Aku hanya mendesah pelan kemudian mengalihkan pandanganku ke jalan yang ramai ini. Beberapa mobil terlihat saling mendahului satu sama lain.
“Dengar bodoh, jangan pernah ucapkan kalimat itu lagi.” Hyunseung hyung menghentikan mobilnya dengan kasar di depan lampu lalu lintas yang berwarna merah. Kudengar klakson dari mobil di belakang kami yang protes karena kelakuannya tadi.
“a...apa maksudmu hyung ?”
“pabo...jangan pernah berpikir untuk menyerah. Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah memaafkanmu jika kau sampai menyerah dengan penyakitmu ini.”
Aku tertunduk, berusaha menahan air mata yang hampir pecah.
~~~~~~
“ini untukmu.” Min woo menyerahkan sebuah kotak kecil kepadaku dan langsung duduk tanpa kuperintah.
“apa ini ?” kupandangi kotak berwarna putih dengan motif garis biru itu.
“entahlah...tadi Suzy menitipkannya padaku sepulang sekolah.”
“jinja ?” aku tersenyum senang.
“apa kau tidak ingin mendengar kabar Suzy saat ini ?”
“shiro. Aku tidak ingin mendengar apapun tentangnya saat ini. Wae ???”
“pabo ! berhentilah membohongi dirimu sendiri. Kau tau, kau sedang menyakiti orang yang paling kau sayangi, dan itu adalah perbuatan yang paling kejam. Kau tau itu !!!”  min woo menatapku tajam. Aku tak tau apa yang di pikirannya saat ini.
“apa itu jadi masalah buatmu ?” kataku sedikit ketus.
“tentu saja. Suzy bahkan merasakan sakit lebih dari apa yang kau rasakan saat ini. Kau telah melukainya.” Min woo bangkit dan langsung mneinggalkanku. “setidaknya kau beritahukan keadaanmu padanya.” Katanya lagi sebelum menutup pintu.
Tiba-tiba saja kepalaku terasa sanagt sakit dan semuanya menjadi gelap.
~~~~~~~~

Lagi-lagi aku berada di tempat ini.  Dan tentu saja alat-alat aneh itu kembali menempel di tubuhku. Bau obat sudah tercium jelas di hidungku, meski tertutup oleh masker oksigen.
“yoseobie.” Eomma tersenyum senang di sampingku. Masih bisa kulihat sisa kekhawatiran di wajahnya. Tapi dia tetap berusaha untuk tersenyum. Kulihat hyunseung hyung, appa dan min woo juga tersenyum lega.
“sudah berapa lama aku disini ?”
“sekitar lima jam.” Eomma membelai rambutku.
“jeongmal mianhe eomma.” Mataku memerah menahan tangis. “mianhae.” Kini aku tak bisa lagi menahan darah bening yang mengalir dari ujung mata. Eomma memelukku erat.
“jangan menangis, eomma tidak suka melihatmu menangis seperti ini.  Kau pasti bisa sembuh, percayalah pada eomma.” Jari-jari lembut eomma menhapus air mata di pipiku. Aku tahu eomma hanya ingin menenangkanku saja, karena penyakit thalasemia belum ada obatnya sampai saat ini.  Dan aku harus bersyukur karena bisa menjalani kehidupan sampai saat ini.
~~~~~~~
“penyakit thalasemia merupakan suatu kelainan darah bersifat genetik. Kerusakan DNA akan menyebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah penderitanya serta mudah rusak sehingga kerap menyebabkan anemia.”
“apa dulu ada yang mengidap thalasemia di keluarga kita ?”
“entahlah, eomma tidak tahu.” Katanya sambil membetulkan letak selimutku. “sudah sekarang saatnya istirahat.”
Aku segera membuka kotak kecil yang ditipkan Suzy pada Min woo beberapa hari yang lalu. Ternyata berisi sebuah surat dan
Hai yoseobie.... bagaimana kabarmu saat ini ? aku harap kau baik-baik saja disana, kekeke^^^^
Aku tidak pernah melihatmu di sekolah beberapa hari ini, sebenarnya kemana saja kau ? apa kau takut padaku ? Atau kau malah sedang liburan ke Jepang tanpaku.
Kembalilah ke sekolah, aku sangat rindu padamu. Aish......tenang saja, aku tidak akan mengejarmu terus. Aku tak perduli lagi apa alasanmu memutuskan hubungan kita. Tapi aku harap kita akan tetap berteman seperti dulu.
Bagaimana , kau setuju kan ?
Jadi aku mohon, berangkatlah ke sekolah. Jebal......
^_^                             

Kulipat kertas surat berwarna biru muda itu dan mengambil sebuah kalung berbandul cincin. Di dalam cincin itu terukir namaku. Yang Yoseob. Kemudian aku mengambil ponselku dan mengirim pesan singkat pada Suzy.
Kau merindukanku eoh ?
Tentu saja, aku sudah sangat rindu untuk menjitak kepalamu itu :p
Aish.....kalau begitu aku tidak akan berangkat :p
Yaaaa.....!!! kau pasti akan menyesal nanti
Jinjja ??? kalau begitu kau saja yang menemuiku.
Arasseo...dimana ?
Taman di sebelah Chatarsis cafe jam tujuh malam ^^
~~~~~~
Malam ini sangat cerah, langit terliaht sangat bersih tanpa awan. Aku sudah meminta hyung untuk mengijinkanku keluar malam ini. Aku bilang kalau aku ingin berbalikan lagi dengan Suzy sekarang jadi aku harus pergi.
“sudah menunggu lama ?” Suzy datang dari belakang dan langsung duduk di sampingku. Dia memakai pakaian casual tapi masih mencerminkan kesan feminim. Celana jeans hitam dan kemeja pink berenda dengan motif polkadot putih serta jaket merah hati. Di padukan dengan high heels warna  senada dengan jeans yang di pakainya. Aku kembali mencium aroma parfum yang sudah lama tak kurasakan.
“baru beberapa menit yang lalu. kau semakin cantik saja.”
“aish...jangan merayuku lagi. Atau kupukul kau.” Kulihat wajah Suzy mulai memerah, dia memang akan tetap cantik di mataku sampai kapanpun. 
Sesaat kami terdiam, sibuk dengan pikiran kami sendiri.
“aku...aku ingin minta maaf soal waktu itu.” Kuberanikan diri untuk mengatakan hal itu.
“sudah kubilang...aku tak perduli lagi. Yang penting kita masih bisa berteman seperti dulu.” Suzy tersenyum manis.
“aku hanya ingin memberitahukan padamu saja. Sebentar lagi aku akan pergi jauh, jadi akau takut  aku tak bisa jauh darimu. Jadi aku ingin belajar untuk menjauhimu selama beberapa saat.” Aku tertunduk
“baguslah, setidaknya kau berikan alasan yang jelas padaku. Bukan meninggalkanku secara tiba-tiba seperti kemarin. Tapi kau akan pergi kemana ? Apa selama itu ?”
“entahlah....tapi aku akan pergi ke tempat yang sangat jauh. Kau lihat bintang di sana kan ? Aku ingin pergi kesana.”
“seperti anak kecil saja.” Suzy terkekeeh pelan “kalau begitu aku akan pergi ke bulan itu. Bagaimana ? jadi kita bisa bertemu setiap malam. Hehehe...”
“kau seperti anak kecil.” Kujitak pelan kepalanya. Kemudian kuliahat dia melepas kalung dilehernya dan menunjukan padaku.
“ini adalah kalung pasangan yang kuhadiahkan padamu, jadi janagn sampai kau hilangkan. Meski kau pergi kemanapun, aku harus selalu membawanya. Kau harus ingat ini adalah hadiah dari seorang sahabat yang tercantik. Mengerti ???”
“Arasseo....”
~~~~~~~

Aku sudah masuk sekolah seperti biasanya,  hanya saja aku harus rutin melakukan tranfusi darah setiap dua minggu sekali.
Tapi  sepertinya tubuhku mulai melemah dan semakin rapuh. Gejala anemia semakin sering terjadi dan akhir-akhir ini jantungku berdetak lebih keras dan kadang di  sertai sakit.
“Kerusakan sel darah merah pada penderita thalasemia akan mengakibatkan zat besi tertinggal di dalam tubuh dan bisa menumpuk dalam organ tubuh seperti jantung dan hati dan lama kelamaan akan mengganggu fungsi organ lainnya, selain juga bisa akibat suplai darah merah dari transfusi, dan ini menjadi penyebab kematian utama dari penderita thalasemia, terutama akibat penumpukan pada jantung.”
~~~~~~

“bersabarlah Seobie...” hyunseung memegangi tanganku. Aku hanya bisa terpejam sambil menahan sakit.
Aku kembali lagi ke ruamah sakit, sudah lima hari tapi sakit yang kurasakan sama sekali tidak berkurang. Bahkan terasa semakin parah. Hyunseung hyung, eomma dan appa tidak pernah membiarkankui sendiri. Mereka selalu bergiliran menjagaku.  Kadang Min woo juga mampir kemari. Dia selalu menceritakan keadaan di sekolah selama aku tidak masuk.
“hyung.........” kubuka mataku pelan
“ne”
“aku....aku....aku ingin menyerah. Bolehkah ? aku sangat lelah dengan keadaan ini, aku juga lelah melihat kalian yang harus selalu menjagaku.”
“anak bodoh, bukankah aku melarangmu untuk mengucapkan hal itu lagi. Kenapa kau masih saja mengatakan hal yang sama. Kami semua sayang padamu, kami tak akan rela jika kau pergi lebih dulu. Bertahanlah  untukku, eomma, appa dan semua orang yang menyayangimu. Kau pasti sembuh seobie.”
“jangan bohongi aku lagi hyung, aku tau sampai saat ini tak ada obat yang bisa menyembuhkanku. Semua pengobatan  ini hanya untuk mengurangi sedikit rasa sakit yang kurasakan.”
Aku menangis sejadi-jadinya, bahkan hyunseung hyung juga ikut menangis.
~~~~~~
Tak ada hujan dan angin, tiba –tiba saja Suzy berada di sampingku saat ini. Dia tersenyum manis, tapi ada raut kesedihan di wajahnya. Aku yakin dia sudah mengetahui keadaanku saat ini. Ah, memalukan sekali jika terlihat lemah oleh orang yang kau sayangi. Sementara kau ingin menjadi pelindungnya.
“kau belum makan kan ? kudengar kau susah makan. Kau pasti bosan dengan makanan dari rumah sakit ini. Karena itu aku bawa makanan sendiri. Ta –da.......!!!” berbagai macam makanan sudah tertata rapi di depanku saat ini.
“kau yang memasak ini semua ?”
“ne, cobalah.”
“mashita.”
“jinjja ???”
“ne.”
“cepatlah sembuh Seobie, aku ingin kita bersama seperti dulu.” Suzy menggenggam tanganku erat. “oia, aku akan mengikuti lomba melukis besok. Datanglah kalau kau bisa, aku pasti akan sangat senang.”
"Kau bahkan tidak pernah memberitahu kalau kau pandai melukis, kenapa tidak melukisku saja ? “
“akan kubawakan lukisanmu besok.”
~~~~~~~

Hari ini matahari sama sekali tidak menampakkan wajahnya. Membuat suasana menjadi semakin murung dan lesu. Aku tergolek lemah di ranjang ini di temani hyunseung hyung dan eomma. Sejak tadi malam jantungku terasa sangat sakit, bahkan sampai sekarang juga. Seharusnya aku menemani Suzy, tapi ternyata tak ada hal yang bisa kulakukan untuknya.
“eomma... hyung.”
“ada apa chagi ?”
Kuraih tangan eomma dan menciumnya lembut. Tangan inilah yang selalu membelai lembut kepalaku. Tangan inilah yang selalu menenangkanku. Tangan ini yang membimbingku berjalan. Eomma, wanita yang paling kucintai di dunia ini.  “aku sangat menyayangi eomma. Mianhae... jeongmal mianhae eomma. Aku selalu menyusahkanmu.”
“Yoseobie.....” hyunseung hyung menyebut namaku pelan.
“hyung.....” kini kugenggam tangannya, ia berusaha menolak namun dia luluh saat melihat mataku memohon. “hyung..... mianhae, aku selalu mengganggumu selama ini. Kau sahabt terbaikku. Gomawo... kalau appa sudah datang sampaikan maaf dan terimakasihku padanya ya hyung. Appa sangat sibuk, dia pasti berusaha sangat keras untuk membayar biaya pengobatanku.” Saat ini dadaku terasa sangat sakit, kugenggam tangan mereka dan meletakannya di dada kiriku. 
“yoseob...neo gwenchana ?”
“ne.....aku hanya mengantuk saja. Kalian temani aku disini sebentar.”
mungkin duniaku akan berakhir saat ini. Mianhae eomma, appa, hyung. Aku sayang kalian semua.
 _________________________________________________________________
Semuanya.........
Aku rasa perjalananku sudah berakhir sampai di sini saja. Aku senang bisa mengenal kalian selama hidup. Bagiku, kalian adalah kenikmatan terbesar yang Tuhan berikan untukku.
Tidak ada hal terindah selain mencintai, dan aku dapatkan itu semua saat kalian ada di sampingku.
Rasa sakit yang kurasakan ini bukanlah apa-apa justru ini yang membuat kalian semakin dekat denganku. Karena aku selalu membutuhkan kalian.
Eomma, appa, hyunsneung hyung
Kalian adalah segalanya, tak ada kaliam yang mampu mewakili perasaanku pada kalian. Terimakasih telah menjagaku selama ini.
Di kehidupan yang akan datang, aku harap bisa bertemu kalain lagi. Dan akau berharap bisa menjadi lebih kuat dari pada saat ini.
Min woo, jagalah Suzy untukku. Kita teman kan ?
Suzy, makanan buatanmu sangat lezat. Aku harap bisa melihat lukisanmu dari sana.... hehe

Yoseob

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Midnight post ~~~

Drama Korea Baru Tayang Mei 202, Ada L infinite Hingga Go Kyung Pyo