[untitled]
Aku yang menciptakan rasa ini, dan
aku sendiri yang merasakannya. Entah itu senang, sedih, khawatir, rindu, malu
ataupun marah. Aku tak akan pernah menuntutmu untuk merasakan rasa yang sama.
Cukup aku saja. Itu sudah cukup.
Satu hal yang kusukai adalah
mengamatimu. Dari jarak yang tak kau sadari tentunya. Entah itu aku di
sampingmu atau di seberang jalan. Lebih baik jika kau tidak merasakan
kehadiranku, karena aku bisa lebih leluasa mengawasimu dan menikmatimu.
Kadang sekali waktu, manik mata kita
bertemu. Dalam diam. ketika kita berada di kelas, kau alihkan pandanganmu ke
jendela di sebelahku karena bosan. Dan saat itu....... jantungku berdetak
melebihi batas kewajaran. Badanku mati rasa. Rangsangan dari mata itu begitu
cepat sampai ke otak dan menginstruksikan seluruh organ untuk berhenti,
menyalurkan energinya pada jantungku untuk berdetak makin kerasa, sekeras
kerasnya. Mungkin tak berarti apa apa
bagimu. Tapi itu segalanya buatku, bahkan angin selalu iseng menggodaku. Dia
bilang akan merebutmu dariku. Menjauhkanmu dari pandanganku. Tapi aku tahu
angin hanya bercanda saat itu. aku tau, pasti.

Komentar
Posting Komentar