serupa hari Senin
Rentetan abjad bertebaran dalam udara, bersatu menjadi
kata, berjajar menjadi pagar-pagar kalimat. Mereka seperti hantu yang
melayang-layang diantara tumpukan bata berlapiskan semen.
Penat menghinggapi setiap wajah. Lelah. Rasanya aku
ingin membungkus penat ini dan memasukan dalam galon, biar semua larut dalam
cairan bening itu.
Hm…mungkin hari ini lebih pantas diganti nama menjadi
Senin. Si hari sibuk dan penuh kepenatan.
Komentar
Posting Komentar